fbpx

6 Gaya Kepemimpinan Dalam Perusahaan [+1 Yang Wajib Dimiliki]

Gaya kepemimpinan apa yang paling efektif dalam menjalankan sebuah perusahaan?

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para pemilik bisnis.

Pemimpin yang baik bisa masuk ke dalam situasi apapun, kemudian membawa timnya bersama-sama menuju visi misi utama organisasi.

Pemimpin yang lebih baik lagi bisa mengerti kelebihan dan kekurangan timnya. Dia akan menyesuaikan gaya kepemimpinan ketika menghadapi setiap anggota tim sehingga mereka bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi.

Dari definisi ini, bisa kita katakan bahwa pemilik bisnis yang masih memiliki posisi dalam menjalankan perusahaan adalah seorang pemimpin.

Gaya Kepemimpinan Dalam Organisasi

Ada beberapa gaya kepemimpinan yang sering dibahas. Mengetahui gaya kepemimpinan mana yang paling cocok untuk diri kita sendiri bisa membuat kita menjadi pemimpin yang lebih efektif.

Kita akan mengerti kelebihan kita di aspek apa, kemudian dimaksimalkan dengan baik. Selain itu kita juga belajar untuk merevisi kelemahan-kelemahan kita.

Menurut Tony Robbins, gaya kepemimpinan dalam organisasi bisa dibagi menjadi 6 jenis:

  1. Kepemimpinan Demokratis
  2. Kepemimpinan Visioner
  3. Kepemimpinan Dengan Coaching
  4. Kepemimpinan Afiliatif
  5. Kepemimpinan Dengan Pacesetting
  6. Kepemimpinan Otoriter
  7. Kepemimpinan Yang Paling Penting. Apa itu?

Kita secara alami condong pada satu gaya kepemimpinan, namun kita boleh mengubah gaya kepemimpinan kita sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami.

Mari kita bahas satu per satu.

Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan Demokratis

Pemimpin dengan gaya seperti ini lebih mementingkan keanekaragaman keahlian dan pengalaman yang ada pada anggota-anggota timnya.

Pengambilan keputusan dilakukan secara bersama. “Bagaimana menurut Anda?”, adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada anggota tim.

Dengan cara ini, keputusan lebih mufakat dan anggota tim lebih percaya pada pemimpinnya.

Gaya kepemimpinan seperti ini cocok untuk membangun kekompakan tim. Butuh waktu yang cukup panjang dalam proses belajar dan saling mengerti satu sama lain.

Namun gaya ini tidak cocok dalam menghadapai situasi atau kondisi darurat, dimana kita membutuhkan respon yang cepat dan sigap.

Kepemimpinan Visioner

Kepemimpinan Visioner

Pemimpin tipe visioner ini melihat jauh kedepan. Pemimpin seperti ini memiliki kelebihan dalam menentukan arah yang harus ditempuh organisasi.

Para pemimpin dengan gaya ini biasanya adalah tipe pemikir. Mereka bisa menemukan solusi baru untuk sebuah permasalahan, solusi yang hampir tidak terpikirkan oleh banyak orang.

Contoh pemimpin tipe ini adalah Steve Jobs. Inilah yang menyebabkan Apple selalu menjadi trend-setter dalam pasarnya.

Namun pemimpin tipe ini biasanya tidak kuat dalam perencanaan yang mendetil. Biasanya mereka akan mendelegasikan perencanaan dan eksekusi pada orang-orang yang mereka percayai.

Kepemimpinan Dengan Coaching

Kepemimpinan Dengan Coaching

Gaya kepemimpinan coaching ini sangat memakan waktu dan energi karena fokus pada individu, namun ada benefitnya.

Pemimpin dengan gaya ini berusaha untuk membangun hubungan yang kuat dengan setiap anggota timnya. Ingin mengerti apa harapan, impian, kepercayaan dan nilai yang dipegang oleh anggotanya.

Gaya kepemimpinan ini sangat baik, pemimpinnya membimbing setiap anggotanya berdasarkan apa yang terbaik buat setiap individual.

Namun resikonya adalah tidak semua orang bisa terbuka untuk di-coaching, mereka akan merasa di-“micromanaged”. Jadi, kita harus mengerti dulu anggota yang akan dibimbing.

Kepemimpinan Afiliatif

Kepemimpinan Afiliatif

Afiliatif disini berarti “team first”, tim adalah prioritas utama.

Gaya kepemimpinan ini fokus pada membangun rasa percaya dan ikatan emosi dalam grup, sehingga setiap anggota memiliki rasa kepemilikan yang sama.

Gaya kepemimpinan ini cocok diterapkan ketika moral tim sedang rendah. Dengan memberikan pujian dan dorongan kepada para anggota, tim menjadi lebih solid.

Namun terlalu sering menggunakan gaya kepemimpinan seperti ini bisa berdampak negatif. Jangan sampai visi misi besar organisasi terlupakan karena terlalu fokus pada tim kita.

Kepemimpinan Dengan Pacesetting

Kepemimpinan Dengan Pacesetting

Pemimpin dengan gaya seperti ini suka terjun ke lapangan. Dia memimpin dengan cara langsung memberikan contoh.

Pemimpin seperti ini biasanya membuat sebuah standar yang tinggi untuk diri mereka sendiri, berharap bisa menjadi sebuah motivasi untuk timnya agar lebih berusaha.

Gaya kepemimpinan seperti ini cocok diterapkan pada tim yang berisi orang-orang dengan motivasi tinggi, yang selalu berusaha menjadi individu lebih baik.

Namun cara seperti ini tidak cocok ketika kita memberikan contoh menjalankan sebuah pekerjaan yang membutuhkan langkah-langkah detil.

Selain itu, pemimpin yang membuat standar terlalu tinggi juga berisiko menyebabkan anggota timnya merasa tertekan.

Kepemimpinan Otoriter

Kepemimpinan Otoriter

Pemimpin dengan gaya ini biasanya bersifat dominan dalam setiap pengambilan keputusan. Setiap kebijakan, peraturan, dan prosedur biasanya merupakan ide langsung dari si pemimpin.

Gaya kepemimpinan seperti ini membatasi inisiatif dan kebebasan berpikir para anggotanya. Komunikasi cenderung satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota).

Gaya kepemimpinan ini biasanya ditemukan di akademi kepolisian dan kemiliteran.

Gaya ini cocok dalam menangani suatu situasi atau kondisi darurat yang membutuhkan penanganan langsung dari yang berpengalaman, yaitu si pemimpin sendiri.

Namun jika sering digunakan, gaya kepemimpinan ini bisa menurunkan moral tim dan biasanya mengakibatkan anggota keluar dari tim.

Kepemimpinan Dengan Melayani (Servant)

Kepemimpinan Dengan Melayani (Servant)

Ini merupakan gaya kepemimpinan yang sangat penting.

Bahkan sebenarnya, apapun gaya kepemimpinan yang cocok untuk Anda, semuanya harus didasari dengan gaya kepemimpinan servant (melayani).

Gaya kepemimpinan ini berfokus dalam mencapai satu hal yang paling utama, sesuatu yang baik. Seperti bermanfaat untuk lapangan kerja, sebuah komunitas, atau bahkan untuk dunia ini.

Gaya kepemimpinan ini dikatakan paling efektif karena bisa menjaga kita agar tetap fokus pada visi misi organisasi, dan terus berjalan ketika kita menghadapi tantangan-tantangan yang besar.

Gaya Kepemimpinan Apa Yang Paling Efektif?

Kembali lagi ke pertanyaan di awal artikel ini. Sekarang kita mengerti bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang paling bagus, yang paling efektif dalam memimpin sebuah organisasi.

Kita harus bisa mengubah gaya kepemimpinan kita sesuai situasi dan kondisi. Sehingga kita bisa menghadapi setiap tantangan dengan lebih baik, dan kemudian mencapai tujuan utama dengan lebih cepat.

Ingin mengetahui gaya kepemimpinan yang cocok sesuai karakter Anda? Anda bisa menghubungi kami untuk berdiskusi dengan salah satu coach GLC.

Semoga bermanfaat. Silakan dibagikan ke orang-orang yang Anda rasa bisa mendapatkan manfaat dari artikel ini.

Always GO BIG!!!