fbpx

9 Jenis Gaya Kepemimpinan Dalam Perusahaan

Gaya Kepemimpinan Dalam Perusahaan

Pemimpin adalah sosok individu yang melakukan proses mempengaruhi dan membawa anggota timnya untuk mencapai suati tujuan yang disepakati bersama. Setiap Pemilik Bisnis memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Gaya Kepemimpinan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti karakter, sifat, keadaan, dll.  Setidaknya ada beberapa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin agar setiap anggotanya mau bekerja sesuai dengan arahannya.

Dengan membaca artikel ini sampai selesai, Anda akan memahami tentang beberapa gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam bisnis Anda. Tentunya tujuan mengetahui gaya kepemimpinan ini agar Anda dapat mempraktekkan sesuai dengan kondisi tim dan bisnis Anda agar pengambilan keputusan dan operasional bisnis berjalan dengan baik dan tujuan Anda cepat tercapai.

Mari kita simak bersama 9 jenis gaya kepemimpinan berikut ini.

1.    Kepemimpinan Otokratis

Pemimpin dengan gaya ini biasanya bersifat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari idenya sendiri. Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan pada pemilik bisnis/pemimpinnya. Pemimpin membatasi inisiatif dan daya piker dari para anggotanya.

Pemimpin yang otoriter tidak akan memperhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Jenis kepemimpinan ini ditemukan di akademi kepolisian dan kemiliteran.

2.    Kepemimpinan Birokrasi

Gaya kepemimpinan ini biasanya diterapkan dalam sebuah perusahaan dan akan efektid apabila setiap karyawannya mengikuti alur prosedur dan melakukan tanggung jawab rutin setiap hari. Namun, dalam gaya kepemimpinan ini karyawan tetap saja tidak memiliki ruang gerak yang bebas karena semuanya telah diatur dalam prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap orang dalam perusahaan.

3.    Kepemimpinan Partisipatif

Dalam Gaya Kepemimpinan ini, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi control atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.

Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para karyawannya untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keutusa serta adanya suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggota.

4.    Kepemimpinan Delegatif

Gaya Kepemimpinan biasanya pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk membuat keputusan dan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah.

Jenis kepemimpinan ini akan sangat merugikan apabila para anggota belum cukup matang dalam melaksanakan tanggungjawabnya dan memiliki motivasi tinggi terhadap pekerjaan. Namun sebaliknya dapat menjadi boomerang bagi perusahaan bila memiliki karyawan yang bertolak belakang dengan keadaan tersebut.

5.    Kepemimpinan Transaksional

Gaya Kepemimpinan ini cenderung memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas. Jadi ada prinsip give and take antara atasan dan bawahan sesuai kesepakatan antara keduanya. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

6.    Kepemimpinan Transformasional

Gaya kepemimpinan ini dapat menginspirasi perubahan positif pada anggota yang mengikuti. Para pemimpin biasanya memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Pemimpin bergaya jenis ini memiliki semangat yang positif untuk para karyawannya sehingga semangat itu dapat berpengaruh pada timnya menjadi lebih enerjik. Pemimpin ini sangat peduli dengan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.

7.    Kepemimpinan Melayani (Servant)

Gaya kepemimpinan ini berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual antara pemimpin dan anggota. Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentinan dan aspirasi dari para anggotanya daripada kepentingan pribadinya.

8.    Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin yang bersifat karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para anggotanya karena karisma dan kepercayaan diri yang ia miliki dan tampilkan. Para anggotanya cenderung mengikuti pemimpin ini karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin yang karismatik.

Sifat berkarisma itu timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang ia miliki terutama dalam menyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang diinginkan.

9.    Kepemimpinan Situasional

Gaya kepemimpinan ini menerapkan jenis kepemimpinan yang lebih menyesuaikan dengan tahap perkembangan dari tiap anggotanya yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota melaksanan tugas demi tugasnya.

Gaya Situasional ini adalah kombinasi proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada. Ada 4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin jenis ini yakni.

  1. Telling-Directing (memberitahu, menunjukkan memimpin, menetapkan). Dalam gaya ini, pemimpin cenderung langsung memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi umumnya masalah yang krusial.
  2. Selling-Coaching (menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk). Dalam gaya ini pemimpin harus mampu menggali potensi karyawan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah dengan teknik coaching. Coaching seperti yang ada dalam program GLC juga diajarkan kepada para pemilik bisnis agar mampu menggali potensi dan kemampuan dari karyawannya untuk penyelesaian masalah dalam situasi tertentu.
  3. Participating-Supporting (mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama). Dalam gaya ini, pemimpin akan memberi dukungan secara moril dan ikut serta dalam proses kerja karyawannya
  4. Delegating (mendelegasi, mengamati, mengawasi, penyelesaian). Dalam gaya ini, pemimpin melihat potensi dari karyawan dan memberikan tanggungjawab tugas kepadanya agar mampu melakukan pekerjaan dari pemimpin tersebut namun pemimpin tetap mengawasi.

Dalam prakteknya, kesembilan gaya kepemimpinan ini dapat dikombinasikan dalam menjalankan sebuah bisnis dan tidak monoton untuk memakai satu jenis gaya kepemimpinan saja karena kadang kala untuk menangani masing-masing anggota karyawan perlu beberapa jenis gaya kepemimpinan agar arahan dan tujuan yang Anda inginkan dapat tercapai.

Jadi melalui artikel ini Anda dapat memahami lebih detil mengenai jenis-jenis gaya kepemimpinan untuk bisnis Anda. Jika artikel ini memberikan manfaat dan informasi yang baik untuk Anda silakan bagikan di social media Anda atau ke rekan bisnis Anda agar mereka mendapat manfaat yang sama dengan Anda.