fbpx

4 Tahap Membangun Sistem Bisnis Autopilot

Sistem Bisnis Autopilot

Sebagian dari Anda pemilik bisnis ingin menjadikan bisnisnya autopilot namun belum menemukan sistem bisnis autopilot yang cocok dengan bisnisnya. Bukan hal yang mudah untuk membangun sebuah sistem otomatis bagi bisnis yang telah berjalan. Untuk bisnis yang baru, akan lebih mudah untuk membangun sistem bisnis autopilot. Mungkin bagi Anda yang sering bekerja sendiri semua detil proses bisnis Anda lakukan sendiri atau dibantu beberapa orang saja. Hal ini tentu sangat rumit buat Anda.

Ada perasaan tidak bisa melepaskan bisnis Anda begitu saja berjalan secara otomatis maka kami telah menyiapkan beberapa tahapan untuk Anda membangun sistem bisnis autopilot dengan mudah. Anda hanya perlu membaca artikel ini hingga selesai dan mempraktekkannya. Gampang bukan?

Tahapan dalam membangun sistem bisnis autopilot ini diusung oleh Brad Sugars, seorang coach internasional yang cukup terkenal. Menurut Brad Sugars, definisi dari bisnis adalah sebuah perusahaan komersil yang bekerja menghasilkan profit tanpa adanya Anda.

Jadi, 4 tahap membangun bisnis autopilot tersebut adalah sebagai berikut.

Tahap 1: Penguasaan (Mastery)

Dalam tahap ini, hal mendasar yang perlu diperbaiki pertama kali adalah mengubah kekacauan di dalam bisnis Anda menjadi terkontrol. Coba Anda lihat bagian dari bisnis Anda mana yang sangat perlu diperbaiki? Mungkin saja laporan keuangan masih bermasalah atau belum ada visi dan misi.

Dalam tahap ini, fokus utama Anda terdiri dari 4 penguasaan yakni:

Penguasaan Tujuan

Anda harus meentukan kemanakah bisnis Anda akan diarahkan. Ada 3 hal utama dalam penguasaan tujuan yaitu:

  • Visi Perusahaan. Tentukan apa impian Anda yang ingin dicapai untuk bisnis Anda 5-100 tahun ke depan.
  • Buatlah gol jangka pendek untuk bisnis Anda misalkan untuk tahun berikutnya adalah pencapaian omset sekian miliar. Tips membuat gol yang baik adalah dengan teknik SMART yakni Spesifik, Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (masalah dapat diselesaikan), Time Frame (ada batas waktu)
  • Alasan utama Berbisnis. Ini adalah hal yang sangat penting karena inilah awal bisnis Anda terbentuk. Dengan mengetahui alasan utama anda berbisnis ini dapat dijadikan sebagai acuan dan penyemangat untuk Anda dalam membawa bisnis Anda ke arah yang lebih baik.

Penguasaan Keuangan

Ini adalah bagaimana Anda mengatur keuangan atau membuat laporan keuangan. Anda sebagai pemilik bisnis harus tahu dan paham membaca laporan keuangan. Di dalam sebuah laporan keuangan ada 3 poin penting yakni.

  • Cashflow (perputaran uang), ini adalah jantung dari perusahaan Anda. Bedakan profit dengan cashflow. Profit hanya data di atas kertas sedangkan cashflow terlihat jelas fisik uangnya. Perhatikan cashflow Anda jangan sampai kosong jika tidak ada uang di kas maka ibarat organ manusia maka usah Anda akan mati. Anda jangan terkecoh dengan profit yang tinggi namun ternyata cashflow Anda kosong maka tetap utamakan cashflow Anda terlebih dahulu.
  • Laba/Rugi
  • Neraca

Penguasaan Waktu

Dalam hal ini berhubungan dengan produktifitas kerja. Anda harus mencari tahu cara meningkatkan produktifitas kinerja bisnis Anda. Hal yang perlu Anda lakukan ialah

  • Membentuk tim sales terbaik
  • Menghitung wakktu kerja Anda dan tim Anda dengan seksama. Apakah waktu kerjanya sudah produktif?
  • Coba lakukan riset seberapa sering Anda memegang hp, chatting tidak jelas, atau bahkan nonton hingga lupa waktu ketika sedang jam kerja.
  • Mengecek produktifitas dari kerja tim Anda. Apakah semua tugas dikerjakan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga semuanya efisien.

Penguasaan Pelayanan

Jika bisnis Anda bergerak dalam bidang pelayanan, maka Anda harus memantau apakah kualitas pelayanan bisnis Anda hari ini, besok dan tahun depan sama kualitasnya?

Cobalah untuk membuat sebuah sistem pelayanan yang mengutamakan kualitas. Apapun bisnis Anda tentu harus memiliki sebuah sistem pelayanan untuk menangani keluhan maka Anda perlu membangun sebuah tim customer service untuk hal ini. Layanilah pembeli atau calon pembeli Anda dengan sebuah sistem yang telah Anda atur sedemikian rupa dan buatlah standar kepuasan pelanggan, lebih bagus lagi selalu lakukan survey kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan Anda setiap saat.

Tahap 2: Niche (Fokus ke Marketing)

Pada tahap ini, Anda mulai fokus di bidang pemasaran. Oleh karena semua kekacauan dalam bisnis telah Anda bereskan maka Anda dapat memasarkan produk Anda. Jika semua kendala dalam sistem bisnis Anda telah dibereskan maka saat melakukan pemasaran produk otomatis hasilnya akan sangat luar biasa dan Anda harus benar-benar menyiapkan sistem dan tim Anda untuk hasil demikian, tetap selalu ingat untuk memonitor keluar masuknya uang dan melayani pembeli atau calon pembeli agar mereka tetap puas.

Dalam proses marketing, Anda diharuskan membuat iklan yang menarik dan sebagus mungkin. Bagaimana caranya agar keunikan produk Anda terpancar dan dapat diinformasikan dengan jelas manfaat dari produk kepada masyrakat. Namun satu tips penting adalah hindari perang harga. Dalam bisnis sekarang, harga murah bukan lagi sebuah jaminan produk laku namun apa manfaat yang didapat dan bagaimana produk ini bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat. Inilah kunci keberhasilan produk Anda.

Coba Anda gunakan trik berikut untuk menghindari perang harga yaitu.

  • Menjadi yang pertama. Sebagai pelopor dalam sebuah bisnis maka Anda akan selalu diingat oleh konsumen Anda. Hal pertama yang menjadi pengubah sejarah ini akan selalu dikenang masyarakat umumnya.
  • Menjadi yang terbaik. Terbaik dari segi kualitas tentunya. Semua orang butuh mendapatkan kualitas produk yang terbaik, kualitas pelayanan yang berkesan. Semua hal yang dirasa paling baik ini akan tertanam dalam memori seseorang.
  • Menjadi yang berbeda. Nah, ini yang menjadi trik paling banyak dipakai oleh kalangan pebisnis sekarang. Menjual atau membuat nama brand yang berbeda akan menarik perhatian masyarakat. Sesuatu yang unik dan berbeda akan mendapat kesan yang mendalam bagi tiap orang.

Tahap 3: Pengaruh

Agar bisnis Anda berdampak luar biasa dan dapat menjadi bisnis autopilot maka anda perlu membuat sistem untuk setiap bagian dalam bisnis Anda. Dalam sistem ini harus mengandung;

  1. Pembuatan: Visi dan Misi, Gol, Kultur Perusahaan, KPI (Key Performance Index), Struktur Organisasi, Manajemen waktu, SOP (Standar Operasional Perusahaan)
  2. Strukturisasi sistem yakni penempatan karyawan yang tepat di posisi yang tepat.
  3. Membangun sistem meliputi: keuangan, manusia, marketing, dan teknologi.
  4. Buatlah bisnis Anda tergantung pada sistem bukan pada orang

Tahap 4: Tim

Dalam tahap terakhir ini, Anda perlu membangun sebuah tim yang kuat untuk menjalankan sistem yang telah dibuat. Ada 6 poin membangun tim yang kuat yaitu;

  1. Kepemimpinan yang kuat
  2. Common Goal
  3. Aturan Main
  4. Action Plan
  5. Support Risk Taking
  6. 100% Inclusion dan Involved

Inilah adalah tim Inti yang Anda bangun lalu perlahan mulailah mendelegasikan bisnis Anda ke tim tersebut dengan pembagian porsi kerja yang telah disesuaikan dengan kemampuannya sehingga keterlibatan Anda dalam bisnis mulai berkurang.

Dalam dunia bisnis, tim ini disebut juga sebagai tim manajemen. Inilah orang-orang terpilih dalam usaha Anda yang telah berpengalaman bersama Anda dan memiliki kesamaan visi dan misi dengan Anda sehingga sinkron dengan apa yang Anda inginkan untuk bisnis Anda.

Anda wajib memahami siklus dari bisnis adalah: Pemilik- Tim- Pelanggan-BIsnis-Pemilik. Untuk membangun sebuah tim manajemen yang kuat maka Anda harus mulai dari awal perekrutan agar Anda mampu menemukan bibit unggul dan berkualitas agar Anda memiliki keyakinan penuh menyerahkan bisnis Anda untuk dijalankan oleh tim Anda sehingga sistem bisnis autopilot dapat berjalan.

Dalam memilih karyawan untuk tim Anda maka hal yang perlu dilihat adalah.

  • Passion dan Integritas dari Individu
  • Bakat dan Komunikasi
  • Karakter personal: Kolerik, Sanguin, Melankolis

Setelah mendapatkan tim yang kuat, Anda sudah bisa menjalankan bisnis Anda secara autopilot karena sistem bisnis telah berjalan dengan sendirinya. Namun, tugas Anda dalam bisnis hanyalah memonitor dan mengevaluasi bagaimana sistem dijalankan dan bagaimana individu tersebut bekerja terhadap sistem tersebut.

Cara memonitor dan mengevaluasi tim Anda salah satunya dengan sistem pelatihan bisnis seperti program coaching dan mentoring yang tersedia di GLC. Tidak hanya program itu saja namun masih banyak program pelatihan lainnya yang tersedia. Program coaching dan mentoring untuk tim Anda sangat efektif agar mampu mengautomasi tim Anda bekerja tanpa perlu adanya pengambilan keputusan dari Anda untuk menyelesaikan masalah namun mereka dapat bekerja secara independen.

Jadi, demikianlah 4 Tahap untuk membangun sistem bisnis autopilot menurut Brad Sugars. Semoga artikel ini mampu memberikan pandangan berbeda dan membantu Anda menjalankan sistem bisnis autopilot. Bagi Anda yang baru akan menjalankan bisnis, sekarang Anda telah paham harus memulai darimana dan bagaimana tinggal Anda sendiri yang menjalankannya. Untuk Anda yang ingin mengubah sistem bisnis menjadi autopilot maka Anda bisa segera mulai dari sekarang.

Apabila artikel ini memberi manfaat dan informasi penting untuk Anda silakan bagikan di social media atau ke klien dan partner kerja Anda agar bisnis mereka dapat segera dijalankan dengan sistem autopilot.