fbpx

4 Kunci Sukses Coaching Karyawan

Bisnis Coaching Efektif

Ketika Anda melihat seorang karyawan melakukan presentasi tentang project terbarunya. Anda merasakan presentasinya bisa lebih bagus lagi namun ia tidak melakukannya dengan baik. Anda ingin membantu namun tidak paham caranya. Lalu Anda membiarkan hal itu berlalu begitu saja.

Perkembangan karyawan adalah tanggung jawab pemilik bisnis dalam perusahaan. Pemilik bisnis bisa menjadi coach yang baik untuk karyawannya. Anda lebih memahami karakter karyawan yang bekerja untuk Anda.

Namun selalu ingat bahwa coaching yang efektif adalah mampu memberikan feedback. Jadi adanya komunikasi 2 arah dan kepedulian terhadap bawahan Anda. Dengan demikian hasil kerja mereka juga akan lebih meningkat.

Apabila Anda tidak melakukan apa-apa padahal tahu potensi dari karyawan, maka mereka tidak akan sadar dan tidak bisa merubah kekurangan mereka tesebut. Sungguh sangat disayangkan, potensi ini bisa saja mempengaruhi perkembangan bisnis Anda juga.

Nah, dalam coaching sebenarnya sangat simple. Tidak butuh teknik yang kompleks. Ada beberapa kunci penting coaching efektif bagi tim Anda. Mari baca artikel ini sampai selesai, akan dibahas tentang kunci penting tersebut.

Ulasan ini cocok bagi semua pemilik bisnis, Anda mendapat pengetahuan baru. Selain itu, coaching bisa menjadi teknik yang berguna tidak hanya terhadap karyawan namun juga klien dan partner bisnis Anda. Langsung saja kita simak pembahasan berikut ini.

Kunci Utama Coaching Yang Efektif

1.      Kejelasan (Clarity)

Sebelum Anda memberikan umpan balik pastikan Anda tahu apa yang akan dibicarakan. Persiapkan secara jelas dan spesifik apa yang harus dikomunikasikan. Susunlah sebuah percakapan dengan pembukaan yang positif. Awal pembicaraan yang baik tentu lebih menyenangkan.

Anda bisa mulai dengan memberikan masukkan positif yang bisa menciptakan suasana positif sehingga coachee lebih terbuka untuk mendengarkan. Jika Anda ingin memberi umpan balik tentang hal yang sensitif ,usahakan dengan kata-kata yang halus namun jelas.

Usahakan selalu memberikan umpan balik secara spesifik apalagi berhubungan dengan perilaku dan penampilan mereka. Hal ini membuat mereka lebih paham dan sadar untuk merubah diri lebih baik.

2.      Konfirmasi

Biasanya sesi penyampaian umpan balik ini lebih sensitif dan sukar disampaikan. Adanya ikatan emosional antara coach dan coachee. Anda sebagai coach harus mampu lebih banyak mendengar apa yang disampaikan oleh coachee.

Tidak hanya mendengar namun juga perhatikan tingkah laku coachee anda. Hal ini menjadi acuan Anda menilai sampai mana tingkat emosi dari coachee Anda. Lihat apakah kadar toleransi mereka masih tinggi. Ini agar anda tahu apakah mereka bisa diajak untuk berdiskusi dan diberikan umpan balik.

Ingat juga untuk lakukan konfirmasi atas umpan balik yang telah Anda sampaikan. Lihat bagaimana coachee Anda memahami dan sadar tentang hal yang harus ia ubah agar lebih baik lagi.

3.      Mendengarkan

Percakapan dalam coaching yang ideal porsinya adalah coach lebih banyak mendengarkan lalu memberikan pertanyaan.  Aturan yang digunakan coach adalah 90/10. 90% adalah mendengarkan dan 10% adalah melakukan tindakan. Kebanyakan bisnis coach berpengalaman seperti yang ada di GLC menggunakan aturan ini.

Anda sebagai coach dan pemimpin harus mampu menahan diri untuk sedikit berbicara. Berikan ruang dan waktu bagi karyawan Anda untuk menjawab dan berbicara. Komunikasi yang efektif adalah lebih banyak mendengarkan. Ini gunanya agar Anda mengumpulkan lebih banyak informasi terkait kendala yang dihadapi karyawan Anda. Kira-kira hambatan apa yang sedang mereka hadapi.

Apabila Anda mendominasi percakapan hal ini membuat karyawan merasa terintimidasi dan tidak terbuka. Tentu bukan ini tujuan yang ingin dicapai dalam proses coaching. Tujuan coaching adalah menciptakan transparansi antara coach dan coachee sehingga masalah cepat diketahui dan diselesaikan.

Idealnya percakapan dilakukan dan dibantu dengan rangkuman pertanyaan yang membuat coachee menemukan jawaban atas masalahnya sendiri. Hal ini lebih baik sehingga coachee lebih independent dan dapat mencari solusi sendiri.

4.      Komitmen

Untuk mengakhiri proses coaching, tetapkan sebuah komitmen antara coach dan coachee. Komitmen harus jelas, spesifik, dan bisa menjadi penguat kepercayaan antara coach dan coachee.

Tanyakan kepada coachee/karyawan Anda, apakah mereka telah berkembang dengan baik dari segi keahlian dan ketrampilan. Lalu tanyakan pula cara mereka untuk meningkatkan hal tersebut. Pertanyaan ini akan memicu mereka untuk memikirkan tentang action yang harus dilakukan.

Sedikit tips bagi Anda pemimpin dalam perusahaan. Lakukan cara berikut ini agar coachee dapat berkomitmen. Buatlah daftar persetujuan hal yang harus dilakukan oleh coachee. Adanya dokumentasi memicu komitmen dan menjadi pengingat bagi coachee. Dengan demikian coachee bisa melakukan action atas hasil yang disepakati.

Nah, dari keempat kunci utama coaching yang efektif Anda sudah lebih paham bukan tentang inti dari coaching. Silakan implementasikan pada karyawan Anda agar kinerja dalam perusahaan Anda lebih baik. Selain itu juga karyawan Anda menjadi lebih profuktif dan bekerja dengan efisien.

Jika Anda ingin berdiskusi dan membahas masalah coaching silakan hubungi kontak yang ada di halaman ini. Jangan lupa bagikan pula artikel ini jika Anda merasakan manfaat bagi Anda. Salam sukses, Always Go Big!