fbpx

Coaching dan Leadership Masa Kini

Coaching dan Kepemimpinan

Generasi milenial mendominasi pasar dan perusahaan saat ini. Mereka termasuk golongan usia produktif. Generasi ini cenderung menguasai teknologi dan berpikir kreatif. Mereka juga adalah konsumen yang cukup dominan.

Dengan demikian, ini membuat perusahaan berlomba-lomba untuk unjuk kreatifitas. Banyak perusahaan yang sulit beradaptasi sehingga tenggelam dalam persaingan.

Untuk mengimbangi tren pasar dan canggihnya teknologi tentu butuh ide yang kreatif. Ide-ide ini bisa Anda dapatkan dari pemimpin milenial. Pemimpin milenial bisa jadi karyawan Anda atau mungkin juga Anda.

Sebuah nilai tambah apabila Anda adalah pemimpin milenial. Banyak milenial di dunia bisnis belum paham cara memimpin yang baik. Salah satu kelemahannya ialah cenderung gampang menerima tantangan. Lebih suka mengambil resiko namun tidak tahu arah dan tujuan dalam memimpin.

Coba Anda pikirkan jika pemimpin milenial menggunakan teknik coaching. Teknik ini seperti bertanya untuk menemukan solusi dari lawan bicara Anda. Bayangkan saja milenial adalah orang yang memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Dengan teknik ini tentu membuat pemimpin milenial mampu menjadi coach yang baik.

Nah, agar Anda lebih paham silakan baca artikel ini sampai selesai. Di bawah ini akan diulas lebih dalam kunci coaching dalam leadership. Beberapa poin ini perlu Anda perhatikan agar esensi memimpin dan coaching tetap selaras. Mari kita simak Bersama

Kunci Penting Coaching dalam Leadership

1.      Cek Produktifitas Tim

Meski sebagai pemimpin, Anda tidak bisa menilai kinerja karyawan hanya dari hasil kerjanya. Perlu adanya patokan penilaian yang bisa menjadi acuan Anda. Nah, Key Performance Indicator (KPI) adalah kunci Anda menilai secara objektif karyawan Anda.

KPI tiap orang dan tiap jabatan berbeda. Dari hasil KPI tentu Anda tahu karyawan mana yang butuh bantuan Anda. Ada yang mungkin sedang berkembang. Nah, dari KPI ini bisa menjadi satu acuan bagaimana produktifitas tiap karyawan.

Anda mungkin bisa mulai mendekati beberapa karyawan yang butuh bantuan Anda. Mulai memberi pertanyaan dasar namun informal terkait masalah yang dihadapi. Dengan pendekatan ini Anda dapat focus meningkatkan produktifitas dengan memberi dukungan pada anggota Anda.

2.      Hormati Anggota Tim Anda

Anda adalah pemimpin yang memiliki anggota tim yang banyak. Namun, bukan berarti Anda hanya ingin dihormati namun tidak menghormati karyawan Anda. Bisa jadi Anda seorang pemimpin milenial dengan anggota berusia lebih tua dari Anda.

Hormat pemimpin kepada karyawan bukan juga berarti Anda tunduk pada anggota. Hormat yang dimaksud disini adalah percaya dan memberikan “ruang” untuk berkreasi.

Percaya kepada anggota Anda adalah kunci menghargai. Selain itu juga meningkatkan ikatan yang positif antara pemimpin dan bawahan.

Nah, dengan teknik coaching Anda juga bisa menunjukkan rasa hormat.  Anda melontarkan pertanyaan dan memberi ruang bagi karyawan menemukan solusi untuk masalahnya sendiri. Dengan demikian, karyawan Anda merasa ikut andil dan diberi kepercayaan menyelesaikan masalah.

3.      Beritahu Alasan Goal Anda

Dengan trust yang sudah terbentuk, Anda dapat menceritakan goal jangka panjang dan pendek dari bisnis Anda. Selalu beritahu karyawan Anda mengapa goal Anda demikian. Hal ini membuat karyawan Anda merasa ikut andil dalam mencapai goal itu.

Keuntungan lainnya adalah karyawan lebih paham goal Anda. Lalu, Anda bisa menunjukkan cara meningkatkan kinerja dan rencana untuk mencapai goal tersebut. Jadi pada akhirnya tim Anda akan bekerja dengan lebih focus dan hasil yang dicapai lebih cepat.

4.      Pastikan Lingkungan Kerja Produktif

Pada umumnya sistem perusahaan cukup formal. Hal ini membuat hubungan atasan dan bawahan menjadi kaku. Namun pada dasarnya ini membuat bawahan Anda menjaga jarak dengan Anda.

Dalam teknik coaching, Anda perlu membangun sebuah lingkungan kerja yang nyaman. Dengan lingkungan yang lebih santai membuat bawahan lebih mudah untuk diajak coaching. Ide-ide baru muncul apabila diskusi dilakukan dengan terbuka.

Nah dalam coaching, Anda juga dapat memastikan bagaimana karyawan bisa meningkatkan produktifitas mereka. Mungkin mereka memiliki ide bagus yang bisa Anda implementasikan dalam perusahaan.

5.      Dukung Tim Anda

Support secara tidak langsung mampu meningkatkan kinerja karyawan. Dukungan tidak harus secara materi namun bisa jadi secara psikologis.

Anda mungkin bisa saja membantu mereka menetapkan keseimbangan hidup tanpa perlu memaksa mereka untuk lembur. Jadilah seorang role model sehingga karyawan Anda belajar dari Anda. Berikan dukungan secara personal pada momen penting dalam hidup karyawan Anda. Ini akan memberi kesan yang membekas pada mereka.

6.      Berikan Pujian dan Himbauan secara Positif

Pemimpin tidak salahnya memberikan pujian ketika karyawan Anda sukses. Pencapaian mereka adalah keberhasilan juga bagi Anda. Ini membuat karyawan Anda merasa dihargai dan diakui.

Begitu juga ketika mereka berbuat kesalahan, cobalah untuk tidak menuding. Lakukan komunikasi dan coba untuk diskusi lalu berikan masukan untuk memperbaiki kesalahan mereka. Hal ini akan lebih baik dan nyaman bagi karyawan Anda. Namun usahakan untuk bisa tegas saat kesalahan yang sama terus terjadi.

Nah, dari keenam kunci coaching dalam leadership ini tentu Anda lebih paham inti dari coaching bagi karyawan Anda. Pemimpin bukan berarti selalu berada di atas dan harus dihormati. Jadikan diri Anda sebagai teman diskusi bagi karyawan Anda. Kurangi batasan diri antara pemimpin dan bawahan Anda. Dengan demikian, coaching akan lebih mudah dilakukan.

Jika Anda tertarik untuk tahu bisnis coaching lebih dalam silakan konsultasikan dengan bisnis coach kami. Anda bisa menghubungi kontak yang ada di halaman ini. SIlakan share juga artikel ini jika menginspirasi bagi Anda. Semoga bermanfaat, Always Go Big!