fbpx

3 Tips Sederhana Coaching Untuk Tim Anda

Dalam sebuah tim/perusahaan tentu ada seorang leader yang memimpin. Apakah Anda pernah berada dalam posisi sebagai leader? Menurut Anda bagaimana seorang pemimpin bertanggungjawab memimpin timnya? Coba berikan pandangan Anda.

Menjadi pemimpin tentu bukan hal yang mudah.  Elemen utama dalam kepemimpinan adalah kemampuan dan keahlian memberikan pelatihan. Dengan melatih timnya, seorang leader dapat menjalankan dan menyeimbangkan 2 fungsi utama mereka yaitu memimpin (leading) dan mengelola (managing).

Pelatihan seperti coaching adalah tipe pelatihan yang cocok untuk dunia bisnis. Mengapa demikian? Manfaat bisnis coaching adalah membantu anggota tim untuk menghadapi realitas lingkungan pekerjaan, membantu tim menyelesaikan kendala-kendala untuk mencapai kinerja yang optimal serta membentuk karyawan anda lebih independen.

Jadi, tentu Anda bingung bagaimana cara memberikan coaching untuk karyawan Anda. Melalui artikel ini, Anda akan menemukan jawabannya. Kami akan mengulas lebih dalam tentang coaching untuk tim dan tips cepat memberikan coaching untuk karyawan Anda. Mari kita simak lebih lanjut.

Prinsip Coaching

Ada 3 prinsip penting dalam proses coaching yakni:

1. Seni Bertanya

Dalam proses coaching, porsi berbicara coach adalah 20% dan 80% untuk karyawan/coachee. Oleh karena porsi berbicara tersebut maka coach harus lihai dalam memberikan pertanyaan. Kriteria pertanyaan yang berbobot adalah:

  1. Merupakan hasil mendengarkan
  2. Bersifat terbuka (open-questioning)
  3. Membantu karyawan mengamati dirinya
  4. Merangsang karyawan untuk merangkai ide

Prinsip dasar coaching adalah menggali kemampuan diri dari coachee (dalam hal ini karyawan) dengan bertanya maka dari pertanyaan tersebut coach membantu melakukan pengamatan terhadap masalah yang ujungnya menimbulkan kesadaran diri untuk melakukan perubahan.

2. Seni Mendengarkan

Mendengarkan aktif adalah kata kuncinya. Semua leader pasti tahu betapa sulitnya mendengarkan, lebih mudah untuk bericara dibandingkan untuk menyimak. Maka syarat pertama untuk bisa mendengarkan adalah kesabaran. Anda menahan diri untuk tidak memotong pembicaraan, sabar untuk tidak memberikan solusi.

Dalam mendengarkan, sebagai coach Anda dituntut bukan hanya mendengar namun menyimak apa yang dijawab oleh karyawan Anda agar Anda dapat mencerna pesan si pembicara.

3. Seni Menangkap Kata Kunci

Hal terakhir yang penting dikuasai dalam sebuah sesi coaching adalah ketrampilan menangkap kata kunci selama karyawan anda berbicara. Kata kunci bisa berarti satu kata atau gabungan beberapa kata/frase.  Tujuan mengapa perlu memiliki ketrampilan tersebut agar Anda bisa memahami isi cerita untuk kemudian mengajukan pertanyaan lebih lanjut. Ciri-ciri kata kunci sebagai berikut:

  1. Muncul berulang, lebih dari satu kali
  2. Disampaikan dengan tiba-tiba berbeda: melambat, meninggi atau datar

Ketiga hal ini perlu diingat oleh pemimpin saat melakukan coaching terhadap timnya agar hasil dari coaching memuaskan dan efektif bagi karyawan.

Coaching untuk Tim

Memimpin sebuah tim kecil atau usaha sendiri seringkali membuat Anda, pemilik bisnis perlu menjadi seorang coach bagi anggota Anda. Coach disini bukan berarti harus mendapatkan sertifikat tertentu baru bisa menjalankan pelatihan namun karena peranan Anda sebagai pemilik bisnis agar usaha Anda berjalan lebih optimal dengan tim yang independen. Ingatlah bahwa fungsi dari kepemimpinan adalah menciptakan lebih banyak pemimpin bukan pengikut.

Berikut adalah beberapa tips langkah coaching untuk tim.

1. Observasi kinerja /masalah

Berikan pertanyaan kepada karyawan seperti “Apa yang terjadi? Apa yang terjadi dengan project yang anda kemarin? Apa yang telah Anda lakukan dengan tugas tersebut?”

Pertanyaan ini kita tujukan ke karyawan guna mengetahui apa yang masalah/kendala yang dihadapi karyawan. Dengan mengetahui permasalahan akan lebih mudah bagi Anda untuk lanjut memberikan coaching karena sudah tahu masalah apa yang akan diselesaikan dan dapat memberikan gambaran kira-kira tujuan akhir yang ingin dicapai adalah menyelesaikan masalah tersebut.

Galilah sedetil mungkin informasi tentang kendala karyawan dari dalam diri mereka agar Anda dapat mengarahkan mereka dengan lebih jelas.

2. Analisa kinerja/masalah

Dalam menganalisa kinerja karyawan, Anda dapat menanyakan pertanyaan seperti “Apakah Anda puas dengan kinerja Anda? Apakah kamu senang dengan hasilnya? Apakah kamu merasa apa yang terjadi sesuai dengan harapan Anda? Apakah jika disesuaikan dengan standar atau target project Anda merasa cukup?”

Pertanyaan di atas gunanya untuk membantu karyawan mengukur dan menganalisa kadar kinerja dan hasil kerjanya apakah sesuai dengan target mereka. Pertanyaan sekaligus membuat karyawan mengevaluasi sendiri bagaimana kerjanya dan kadar kepuasannya terhadap hasil yang didapat.

Anda juga dapat menambah pertanyaan seperti “Dari 1-10 berapakah kadar kepuasan Anda terhadap hasil kerja Anda? Berapa persen hasil yang Anda dapat dibandingkan dengan target yang anda tetapkan?” Pertanyaan detil ini membantu karyawan menganalisa lebih detil tentang kinerjanya. Angka dan persentase diyakini memberikan informasi lebih detail sehingga ke depan, karyawan mampu mengatur strategi dan target barunya dengan lebih baik dan jelas.

3. Menemukan solusi sesuai kompetensi karyawan

Setelah Anda mengobservasi dan menganalisa berikutnya Anda akan mendorong karyawan Anda menemukan solusi untuk permasalahannya. Anda dapat memberikan pertanyaan seperti “Apa yang akan Anda lakukan berkaitan dengan hasil kerja Anda? Apakah Anda akan melakukan project ini dengan cara yang sama atau berbeda untuk mencapai hasil yang diinginkan? Apa ide kamu untuk mengatasi kondisi yang kamu sampaikan tadi?

Dalam coaching, Anda harus bersikap netral dan objektif. Biarkan karyawan menggali sendiri solusi dalam dirinya. Hal ini yang akan menciptakan kemandirian dari karyawan Anda.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan beberapa hal yakni:

  1. Prinsip coaching adalah seni bertanya, mendengarkan dan menangkap kata kunci
  2. Tips langkah coaching leader untuk tim adalah:
  3. Observasi
  4. Analisa
  5. Menemukan solusi

Jadi, dari artikel di atas banyak hal yang perlu diperhatikan untuk coaching karyawan. Dari sesi coaching, coach bertugas membantu coachee menggali alternatif ide, kemudian merangkai ide ersebut menjadi sebuah solusi. Coaching untuk tim seperti juga yang ada di GLC dan dapat dilakukan dalam jumlah karyawan yang besar di sebuah tim untuk mencapai tujuan yang diinginkan baik untuk menaikkan omset atau meningkatkan kinerja tim. Kadang kala, coach bisa berbagi ide dengan coachee namun tetap diusahakan ide datang dari coachee agar ia memiliki sense of ownership terhadap solusinya tersebut.

Sekarang Anda sudah paham dengan coaching untuk tim dan Anda sudah mendapatkan gambaran bagaimana teknik coaching tersebut. Jadi, Anda sudah dapat segera mempraktekkannya untuk tim Anda.  Dari artikel ini, apakah memberikan manfaat untuk Anda atau tim Anda atau usaha Anda? Jika Anda merasakan manfaatnya silakan bagikan artikel ini di sosial media Anda dan berikan pandangan Anda apabila Anda telah melakukan coaching untuk tim atau karyawan Anda. Bagaimana efek terhadap karyawan dan usaha Anda?