fbpx

Jika Ingin Sukses, Atasi 7 Masalah Kepemimpinan dalam Perusahaan

Masalah Kepemimpinan Dalam Perusahaan

Pemimpin bukanlah posisi yang bisa dinikmati semua orang, hanya orang yang memiliki kemampuan mumpuni. Dalam memimpin tidak semua pemimpin bisa dikatakan berhasil, bahkan seorang pemilik bisnis belum tentu dapat menjadi pemimpin yang berhasil. Tidak jarang bagi pemimpin menemukan kendala dan masalah saat memimpin timnya.

Sebagai seorang pemilik bisnis sekaligus pemimpin tentu menemukan banyak hambatan dalam proses memimpin tim/perusahaan. Setelah Anda membaca artikel ini, Anda akan menyadari beberapa permasalahan kepemimpinan dalam perusahaan yang mungkin Anda anggap sepele namun dapat memperburuk perkembangan bisnis Anda.

Berikut adalah 7 masalah kepemimpimnan dalam perusahaan yang akan kita simak bersama.

1.    Kegagalan Berkomunikasi

Kerumitan bisnis pada masa sekarang mendesak pemimpin bisnis untuk dapat berkomunikasi pada tiap level dalam perusahaan. Misalnya, Anda harus menyusun sebuah visi dan membujuk agar tim Anda setuju dengan visi Anda tersebut. Anda harus menghubungkan tiap individu dalam perusahaan Anda dan menginspirasi mereka. Anda sebagai pemimpin juga pemilik bisnis dituntut untuk membangun kepercayaan dengan meyakinkan anggota Anda melalui komunikasi verbal dan tindakan nonverbal agar dapat memperkuat antar anggota timnya.

Komunikasi efektif sangat sulit karena dibutuhkan komitmen. Anda harus membangun komunikasi yang efektif sebagai prioritas dan perlu adanya kedisplinan, konsistensi, kejelasan pesan dan kemauan untuk menjaga sistem komunikasi itu setiap harinya.

Dengan membangun sistem bisnis komunikasi yang terstruktur mampu menghubungkan tiap level dalam perusahaan, Anda juga dapat mengembangkan efektifitas sebagai seorang pemimpin dan mengarahkan perkembangan karyawan baik di level atas maupun bawah.

2.    Kurang Akuntabilitas

Dalam perusahaan, apabila ada pekerjaan besar yang gagal dikerjakan dan beberapa ide tidak berjalan dengan lancar maka Anda kurang memiliki akuntabilitas. Anda memerlukan sebuah papan pencatatan kinerja yang bisa memonitor hasil kerja yang Anda inginkan. Kebanyakan pemimpin mengetahui hal ini, namun menjadikan hal ini sebagai sebagai sebuah sistem membutuhkan disiplin diri dan fokus. Agar sistem dapat terbentuk, Anda membutuhkan dukungan dari karyawan Anda dan tidak mudah terpengaruh hingga hal ini menjadi bagian dari operasional Anda.

3.    Segan untuk Melakukan Pemecatan

Bahkan pemimpin terbaik masih memiliki ketakutan untuk memecat karyawan atau anggota timnya jika di dalam tim ada ikatan keluarga. Coba Anda pikirkan kapan terakhir kali Anda memecat anggota yang memiliki hubungan keluarga dengan anda? Ini adalah kelemahan dari seorang pemimpin yang masih menggunakan pandangan subjektif.

Kita jarang menemukan orang yang mungkin bekerja baik di perusahaan lama namun tidak bisa bekerja dengan baik di perusahaan Anda karena di setiap perusahaan memiliki karakter individu berbeda yang perlu penyesuaian satu sama lain. Sejalan dengan berkembangnya perusahaan maka anggota tim dan pemimpin memiliki keputusan yang sulit untuk terus mengupgrade kemampuan. Sebagai pemimpin carilah orang yang mau bekerja untuk keberhasilan perusahaan dan bukan orang yang memberatkan anggota timnya.

4.    Kurangnya Pemerataan

Sangat sulit bila seluruh anggota tim Anda tidak memiliki kesamaan cara pandang. Anda sebagai pemimpin tentu merasa tidak setuju namun Anda harus memastikan bahwa seluruh anggota Anda berada di belakang Anda dan mengikuti semua arahan Anda untuk mengerjakan segala hal untuk mendukung Anda mencapai tujuan.

Lalu hal sederhana tentang pemerataan adalah penting adanya sistem kompensasi yang memastikan seluruh karyawan mendapatkan penghargaan atau komisi atau bonus setelah mereka bekerja giat mewujudkan apa yang menjadi tujuan Anda sebagai seorang pemimpin.

Ketika adanya kesetaraan antara hasil kinerja dan reward maka seluruh proses pekerjaan dan karyawan sudah sejajar dan akan berjalan dengan baik.

5.    Kurangnya Visi Yang Jelas

Apakah visi perusahaan Anda? Ketika ditanyakan pada karyawan Anda apa penjelasan mereka tentang visi perusahaan. Apakah mereka dapat menguraikan apa arti visi perusahaan terhadap mereka dan bagaimana pekerjaan mereka mendukung visi dan membawa arti untuk pekerjaan mereka? Nah, beberapa pertanyaan ini mungkin bisa menjadi acuan bagi Anda apabila belum menentukan visi perusahaan Anda. Sebuah visi perusahaan bukan semata uraian kata atau kalimat yang hanya mengandung istilah perusahaan tanpa memiliki makna apa-apa untuk perusahaan tersebut.

Seorang pemimpin sejati menciptakan visi untuk masa depan perusahaan yang mampu memberikan semangat untuk karyawan dan membuat mereka bekerja keras dan berbuat baik meski tidak ada yang melihat. Jaman sekarang terutama untuk para milenial, mereka berpendapat bahwa pekerjaan mereka tidak sekedar gaji yang mereka terima namun berkontribusi untuk hal yang lebih baik.

6.    Eksekusi yang Tidak Berjalan

Ada 3 alasan pemimpin gagal melakukan eksekusi perencanaan kerja. Hal pertama adalah pemimpin tidak mengikut rencananya dengan disiplin. Sering kali, pemimpin merubah rencananya sendiri di pertengahan eksekusi mengakibatkan hasil yang terjadi tidak sesuai harapan. Kedua adalah pemimpin gagal menilai prioritas kepentingan. Banyak pemimpin yang salah membuat penilaian untuk pekerjaan dan hal apa yang sebaiknya dijadikan prioritas terlebih dahulu. Ketiga yakni pemimpin tidak menempatkan karyawan sesuai dengan kemampuan bidang kerjanya. Nah ini yang sering terjadi di perusahaan. Ketidakmampuan pemimpin menganalisa potensi karyawan ini yang menjadikan pekerjaan terhambat atau lama diselesaikan. Jika Anda kurang ahli maka Anda bisa bekerjasama dengan pihak ketiga yakni bisnis coach seperti yang ada di GLC untuk membantu Anda menggali potensi dari karyawan Anda.

Dari ketiga alasan tersebut secara garis besar menuntut pemimpin untuk disiplin dengan rencananya, mampu menentukan prioritas dan menganalisa potensi karyawannya. Jika 3 hal ini dilaksanakan maka perusahaan Anda akan cepat berkembang bisnisnya.

7.    Tidak Bisa Menyusun Budaya Perusahaan yang Kuat

Budaya Perusahaan sebagai fondasi dari sebuah perusahaan. Seperti yang pernah dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang pengaruh kepemimpinan dan budaya perusahaan. Pemimpin yang membuat budaya perusahaan. Jadi sebagai seorang pemimpin harus mampu menyusun budaya perusahaan yang kuat. Budaya perusahaan Anda menjadi sebuah keuntungan kompetitif yang dapat menarik perhatian dan mendatangkan hasil yang baik.

Kepemimpinan adalah sebuah bakat yang dapat Anda pelajari. Dengan menghindari ketujuh permasalahan ini, Anda akan mampu memimpin tim Anda dan perusahaan Anda menuju kesuksesan. Menurut Anda, kira-kira apa permasalahan terbesar yang Anda hadapi dalam kepemimpinan Anda di perusahaan Anda? Silakan bagikan pengalaman Anda dan jangan lupa bagikan artikel ini juga agar orang sekitar Anda mengetahui tentang hal yang perlu dihindari dalam memimpin organisasi atau perusahaan.