fbpx

Pengaruh Kepemimpinan terhadap Budaya Organisasi

Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi

Kepemimpinan mengandung arti kemampuan mempengaruhi, menggerakkan, dan mengarahkan suatu tindakan pada diri seseorang atau sekelompok orang untuk mncapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Sejak beberapa tahun belakangan, para pakar bisnis sangat memperhatikan tentang budaya organisasi. Hal ini dapat dilihat dari tulisan di majalah, buku maupun kegiatan seminar dan pelatihan-pelatihan. Budaya pada dasarnya merupakan pola yang terintegrasi dari perilaku manusia, yang terdiri dari pikiran, bahasa, perbuatan dan hasil- hasil budaya lainnya.

Budaya organisasi mempengaruhi cara mengerjakan segala hal dalam organisasi. Tidak jauh berbeda dengan budaya yang mempengaruhi masyarakat, maka budaya organisasi juga akan mempengaruhi sikap dan perilaku semua anggota dalam organisasi tersebut.  Budaya yang kuat dapat memberikan dorogan atau paksaan kepada para anggota untuk bertindak atau berperilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Organisasi yang dimaksud disini adalah perusahaan dan anggota adalah karyawan.

Menurut Anda, apakah ada hubungan kepemimpinan dengan budaya organisasi?  Bagaimana kira-kira hubungan antara keduanya?

Nah, setelah Anda baca artikel ini sampai selesai Anda akan mengetahui keterkaitan antara kepemimpinan dengan budaya organisasi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Dengan mengetahui hal ini nantinya akan mengubah cara berpikir Anda sebagai seorang pemimpin agar membentuk budaya perusahaan yang lebih baik sehingga berpengaruh ke kinerja karyawan Anda. Mari kita simak bersama penjelasan berikut.

Hubungan Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

Kepemimpinan dan Budaya organisasi merupakan fenomena yang sangat bergantung, sebab setiap aspek dari kepemimpinan akhirnya membentuk budaya organisasi. Contohnya bila memasuki ruang perkantoran suatu organisasi akan berbeda dengan kantor organisasi lain. Mengapa demikian? Karena pemimpin tiap perusahaan berbeda. Fenomena yang didapatkan seperti etos kerja karyawan, team work, sikap, dan integritas. Semua hal tersebut menggambarkan kepemimpinan yang ada dalam sebuah perusahaan dan juga menggambarkan budaya yang ada pada perusahaan tersebut. Kita akan membahas satu per satu fenomena sebagai akibat dari keterkaitan kepemimpinan dan budaya perusahaan.

  1. Etos Kerja Karyawan

Etos adalah kemampuan seseorang dengan keahlian yang memiliki kredibilitas dan reputasi andal, sehingga dia mendapatkan kepercayaan penuh dari banyak orang. Seseorang dikatakan memiliki etos dianggap terpercaya dan mampu melakukan pekerjaannya dengan andal dan berkualitas.

Biasanya dalam perusahaan, etos menggambarkan kemampuan seseorang bersama profesi/pekerjaannya. Etos tidak tergantung pada tingginya pendidikan seseorang atau banyaknya gelar akademis yang dimilikinya. Etos adalah tentang kemampuan bertindak, mengeksekusi, melakukan, menghasilkan yang terbaik dan kerja lapangan yang berkualitas.

Dalam budaya organisasi yang kuat, etos dihasilkan dari konsep budaya yang dilembagakan oleh perusahaan melalui nilai-nilai, keyakinan, tata kelola, moral, sistem, prosedur, aturan kepemimpinan, visi, misi, kemampuan, standar, pengetahuan dan perilaku kerja. Hasil akhirnya, etos muncul sebagai gaya kerja, kebiasaan kerja, pola kerja, karakter kerja, dan motivasi kerja. Dimana etos menjadi seperti sebuah kepribadian kerja perusahaan yang diwakili oleh setiap insan perusahaan dengan sepenuh hati.

Jadi, budaya organisasi dicetuskan oleh aturan kepemimpinan dari tiap pemimpin perusahaan. Budaya yang kuat akan menghasilkan sebuah etos kerja karyawan yang baik. Misalnya dalam aturan kepemimpinan dituntut untuk disiplin waktu maka budaya perusahaannya adalah kedisplinan dan dalam bekerja etos kerja karyawannya selalu datang kantor tepat waktu. Hal ini berkaitan satu sama lain.

  1. Team Work

Budaya yang kuat membuat semua karyawan patuh pada aturan dan bertanggungjawab untuk menjalankan sistem dengan penuh integritas. Perusahaan yang andal selalu dihasilkan dari sebuah tim yang andal. Tim yang andal lahir dai budaya perusahaa yang kuat. Selain itu juga tim yang andal didasari pada pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

Para pemimpin kadang terlalu fokus membangun tim yang kuat untuk melayani kebutuhan bisnis namun lupa membangun budaya perusahaan yang tangguh. Hal ini membuat tim yang dibangun berada dalam fondasi yan rapuh sehingga mudah menemukan ketidakcocokan dan pada akhirnya kinerja karyawan yang rendah.

Pemimpin yang memiliki sifat kepemimpinan yang transformasional ialah pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan kondisi yang ada. Dengan demikian, cara menghadapi berbagai karakter karyawan dalam sebuah tim lebih fleksibel. Setelah membangun budaya perusahaan yang kuat, pemimpin dengan gaya ini akan menyatukan perilaku, sifat, persepsi, karakter, kompetensi, kebiasaan dan etos kerja masing-masing karyawannya. Oleh karena itu, semua individu dalam tim dapat berkolaborasi dengan baik dan kompak.

Pemimpin memulai kepemimpinannya dengan visi dan misi. Visi dan misi membutuhka sebuah budaya yang kuat agar dapat mewujudkannya maka pemimpin harus mampu mendefinsikan sebuah budaya perusahaan yang bisa melancarkan geraknya dari misi dan visi menuju proses mewujudkannya. Budaya yang kuat akan menyatukan individu dan kelompok dalam sebuah etos kerja yang produktif sehingga menjadikan mereka bekerja lebih iklas dan juga mereka patuh pada aturan dan bertanggungjawab untuk menjalankan sistem dengan integritas.

  1. Sikap

Dalam membangun sebuah budaya perusahaan, Anda sebagai pemilik bisnis harus mengembangkan sebuah standar sikap yang mendeskripsikan bagaimana visi dan misi perusahaan yang akan diterapkan. Mungkin Anda mengira semua karyawan yang Anda rekrut mengetahui bagaiman cara bersikap dan menghadapi suatu kondisi, misal saat bertemu atau berkomunikasi dengan customer, namun sebenarnya tidak semua karyawan tahu bagaimana cara bersikap dengan tepat.

Cara terbaik untuk mendapatkan sikap yang perusahaan inginkan secara konsisten adalah dengan membuat standar secara tertulis dan dapat diukur. Sebagai contoh, karyawan wajib menyapa klien dengan senyuman, memperlihatkan hasil final produk sebelum dibayar oleh klien dan melakukan followup kepada calon klien minimal satu kali. Sikap ini nantinya akan terbentuk menjadi budaya dari perusahaan Anda. Tentunya Anda sebagai seorang pemimpin perlu menyusun standar sikap untuk karyawan Anda agar nantinya budaya perusahaan Anda baik dan diingat sebagai sebuah keunikan dan jati diri perusahaan Anda.

  1. Integritas

Integritas adalah salah satu atribut terpenting/kunci yang harus dimiliki seorang pemimpin. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan, nilai, metode, ukuran, prinsip, ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang yang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Karakter kuat maksudnya ialah sikap teguh yang mempertahankan prinsip yang menjadi dasar yang melekat pada dirinya sebagai nilai moral.

Nilai integritas dari seorang pemimpin dapat dituangkan dalam budaya perusahaan. Hal ini menjadikan setiap karyawan dalam perusahaan akan memiliki integritas yang sama dengan pemimpinnya sehingga dalam bekerja akan professional dan memiliki visi misi yang sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam perusahaan.

Karyawan yang berintegritas akan dipengaruhi dari budaya perusahaan yang telah dibuat oleh pemimpinnya sehingga apa yang tertanam dalam diri karyawan tersebut menjadikan dirinya memiliki sikap kerja yang bertanggungjawab dan memiliki hasil kerja yang baik.

Dari keempat fenomena diharapkan menjelaskan bagaimana korelasi kepemimpinan dan budaya organisasi/perusahaan sehingga kedua hal tersebut nantinya sejalan dengan kinerja, sikap serta karakter karyawan dalam lingkungan bekerja yang membantu bisnis Anda berkembang lebih baik.

Setelah membaca artikel ini Anda tentu sudah paham tentang pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi dan Anda dapat mengecek dan mereview kembali bagaimana gaya kepimpinan Anda dan budaya perusahaan Anda. Apabila artikel ini memberikan pandangan baru untuk Anda silakan bagikan ke social media Anda atau ke kerabat dan partner bisnis Anda agar mereka dapat merasakan manfaat yang sama dengan Anda.