fbpx

Pro da Kontra Tipe Struktur Kepemimpinan Dalam Bisnis

Struktur Kepemimpinan

Struktur kepemimpinan adalah sebuah alur kerja dan tanggungjawab yang menjelaskan bagaimana hubungan antara karyawan (anggota) dengan pemilik bisnis/manajer(pemimpin). Dalam bisnis dikenal 2 struktur kepemimpinan yakni struktur kepemimpinan horizontal (sejajar) dan vertical (atas-bawah).

Secara alami, bisnis startup biasanya menggunakan struktur kepemimpinan horizontal, yang mana fokus pada pendekatan karyawan, dengan lapisan manajemen yang sedikit namun otoritas kerja yang luas. Sebaliknya, bisnis kecil yang masih berkembang, menggunakan struktur vertical yang tradisional, yang hierarki organisasi dengan manajemen yang kuat dan karyawan sebagai bawahan.

Tidak ada patokan struktur kepemimpinan yang benar atau salah. Baik menggunakan model struktur kepemimpinan horizontal atau vertical, hal ini tergantung pada visi perusahaan untuk mencakupi keseluruhan budaya perusahaan.

Anda yang membaca artikel ini sampai selesai akan memahami tentang kelebihan dan kekurangan dari struktur kepemimpinan vertical dan horizontal berdasarkan beberapa faktor sehingga Anda mempunyai gambaran struktur mana yang cocok Anda terapkan dalam perusahaan Anda.

1.    Atas-Bawah vs Sejajar

Struktur kepemimpinan vertical dan horizontal memiliki hasil yang berbeda dalam hal pengambilan keputusan. Dalam struktur vertical, organisasi memiliki rantai manajeemen, keputusan biasanya dibuat dari atas ke bawah, mayoritas keputusan ditentukan oleh tingkat atas dalam rantai tersebut. Untuk organisasi besar, menggunakan sistem atas-bawah ketika membuat keputusan akan memudahkan daripada menunggu setiap anggota dalam tim untuk berkumpul dan berdiskusi.

Struktur horizontal lebih berpusat pada kerjasama tim Daripada menggunakan sistem hierarki, model kepemimpinan horizontal ini menghilangkan tembok pembatas dalam struktur organisasi sehingga semua karyawan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena rantai perintah dalam stuktur kepemimpinan horizontal sangat kecil- atau hanya 1 lapis- pengambilan keputusan cenderung lebih cepat dan efektif. Hal ini efektif untuk usaha kecil atau perusahaan yang baru beroperasi.

2.    Sudah Ditentukan vs Berbagi

Struktur kepemimpinan vertical menggunakan sistem hierarki dalam perusahaan yang berdasarkan pada penentuan posisi/peran yang telah ditentukan. Karyawan dapat lebih mudah mengenali rantai komando dan hubungan pelaporan tanggungjawab dalam perusahaan. CEO dalam perusahaan berada pada level tertinggi dalam tangga perusahaan dan mendelegasikan otoritas ke tingkat manager yang mengatur karyawan sesuai dengan garis otoritasnya. Secara singkat, tidak adaya kebingungan ketika menentukan kepada siapa karyawan harus melaporkan tangggungjawab dan masalah.

Hal yang lebih memusingkan untuk struktur kepemimpinan horizontal dimana karyawan tidak mengetahui kepada siapa untuk melaporkan pekerjaannya karena tanggungjawab dibagi di dalam organisasi. Struktur organisasi yang kecil mungkin membuat karyawan lebih mudah melihat kontribusi kerjanya untuk perusahaan namun peran karyawan tersebut menjadi tidak jelas dan pemimpin dalam project kadang menjadi frustasi karena kurang mendapatkan otoritas.

3.    Perlu Diketahui vs Transparan

Perbedaan yang sangat mencolok antara struktur kepemimpinan vertical dan horizontal adalah pada tingkat transparansi dalam organisasi. Perusahaan yang memiliki struktur vertical biasanya membagikan informasi untuk hal yang perlu diketahui. Sebagai tambahan, karena perusahaan yang menganut struktur kepemimpinan vertical memiliki lapisan manajemen yang banyak, kekurangannya adalah informasi yang disampaikan kepada atasan tertinggi menjadi kacau.

Struktur kepemimpinan horizontal, sebaliknya, menuntut transparansi antar aspek dalam bisnis. Hilangnya tembok pembatas dalam struktur organisasi membantu mempersingkat komunikasi dan kolaborasi dalam lingkup kerja- mendorong moral karyawan dalam proses bisnis.

Transparansi adalah karakteristik alami dalam struktur organisasi yang berpusat pada karyawan. Untuk struktur organisasi hierarki, perusahaan akan transparent apabila manajemen bersikap transparent.

4.    Kita vs Mereka

Bagaimana karyawan saling merasakan satu sama lain dalam struktur organisasi? Model kepemimpinan vertical, biasanya terlihat dalam perusahaan besar, dapat menciptakan perasaan “kita vs mereka” dalam perusahaan, karena manajer dan karyawan berada pada level yang berbeda.

Struktur kepemimpinan horizontal mengurangi perasaan tersebut dengan mengutamakan bakat ketrampilan daripada hierarki manajemen, sehingga sedikit divisi yang muncul di antara manajemen dan karyawan.

Namun, perusahaan dengan struktur kepemimpinan vertical mampu meningkatkan pertumbuhan individu, karena karyawan memiliki kesempatan untuk menanjak dalam tangga korporasi. Organisasi yang sejajar tidak memiliki ruang yang cukup untuk pergerakan ke atas, meskipun karyawan dapat berkembang secara professional melalui pelatihan dan pengalaman.

Kesimpulan

Jadi, dari artikel di atas dapat disimpulkan seperti berikut ini.

Hal yang dibandingkan Vertikal Horizontal
Pengambilan keputusan Lebih simple namun lambat, otoritas Lebih rumit namun cepat, demokratis
Job Desk dan Otoritas Sudah ditentukan dengan jelas berdasarkan jabatan, diberi otoritas Berbagi dan kurangnya otoritas
Transparansi Informasi Hanya mencakup hal yang penting diketahui sesuai lingkup kerja Transparan dan diketahui seluruh anggota dalam tim
Hubungan antar individu Merasa ada batasan antara atasan dan bawahan Lebih akrab dan berbaur

 

Masing-masing struktur kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung bagaimana usaha Anda serta kebutuhan dan budaya dari perusahaan anda. Silakan anda sesuaikan dengan usaha Anda dalam memiliki struktur kepemimpinan mana yang lebih cocok. Tidak ada yang benar atau salah dalam memimpin sebuah usaha, Anda hanya perlu belajar dan jika mengalami masalah Anda bisa berkonsultasi dengan professional bisnis seperti bisnis coach atau bisnis konsultan sehingga Anda dapat memimpin dengan lebih baik lagi.

Silakan share artikel ini di social media Anda apabila artikel ini memberi manfaat dan informasi tambahan bagi Anda serta bagikan juga ke rekan bisnis Anda agar mereka tidak salah mengaplikasi struktur kepemimpinan dalam usaha mereka.