fbpx

Kapan Pemimpin Butuh Training Leadership dan Bisnis Coach?

Training Leadership Dan Bisnis Coach

Menjadi seorang pemimpin adalah sebuah tantangan yang cukup besar. Hanya individu yang memiliki karakter kuat dan bersemangat yang bisa memimpin sebuah tim. Namun, pemimpin bukan berarti bisa memimpin sesuka hati dan menganggap karakter Anda bisa menjadi pemimpin. Tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan dan memahami esensi dari kepemimpinan. Jadi, masih dibutuhkan training leadership/training kepemimpinan untuk mengasah kemampuan kepemimpinan Anda.

Nah, kapan kira-kira Anda sebagai pemimpin merasa perlu untuk mengikut training leadership? Atau kapan Anda merasa perlu mendaftarkan pemimpin dalam perusahaan Anda seperti manager dan leader untuk mengikut training leadership?

Melalui artikel ini, akan diberikan sedikit cerita kasus singkat yang menjelaskan tentang kapan dibutuhkan training leadership untuk Anda atau karyawan Anda. Bagi Anda yang baru memulai bisnis silakan disimak contoh kasus berikut agar lebih paham dengan esensi training leadership dan sistem coaching dalam perusahaan. Untuk Anda yang sudah berbisnis, coba Anda simak baik-baik kemungkinan kasus ini terjadi di antara tim Anda dan Anda tidak menyadari sebagai seorang pemimpin. Langsung saja kita simak ceritanya.

Ada sebuah kisah tentang teman saya bernama Beno. Ia adalah teman kerja saya di Perusahan Jasa Advertising. Konon, si Beno ini terkenal akan kelihaiannya dalam bekerja dan sosialisai. Ia adalah pendengar yang baik dan selalu ada untuk temannya, bahkan sering mendapat gelar karyawan terfavorit di kantor kami. Selain disayangi oleh teman sekantor, ia juga anak kesayangan bos kami.

Namun, Beno beberapa bulan belakangan terasa berbeda. Ia tidak seceria dahulu kala dan tidak banyak berbicara. Ia lebih fokus bekerja dan hanya menjawab seperlunya jika ditanya. Sekedar info, saya dan Beno berada di divisi yang berbeda. Beno adalah project leader dan saya adalah marketing supervisor. Hal ini diperparah dengan atasan Beno yang baru. Nampaknya atasan baru membuat Beno semakin tidak nyaman dengan pekerjaannya. Atasannya tidak mampu melihat potensi dari Beno.

Banyak hal berubah dari diri Beno, namun kami teman sekantornya tidak mengetahui penyebabnya. Tidak banyak hal yang berubah dari kehidupan pribadinya, Beno masih orang yang sama namun ia sedikit berbeda dan kurang bersemangat dalam bekerja. Namun, hal ini membuat lingkungan bekerja menjadi tidak nyaman.

Lalu, sampai suatu ketika saya bertanya kepada Beno tentang apa yang membuatnya tidak bersemangat. Akhirnya Beno mau bercerita dan dari ceritanya saya menyimpulkan hal yang membuatnya tidak bersemangat karena ia gagal menjalani tes promosi untuk kenaikan jabatan menjadi senior project leader. Oleh karena kegagalannya, ia merasa kecewa, tidak percaya diri dan seakan tidak punya bakat apapun. DIa merasa marah dan menyalahkan atasan baru yang tidak mendukungnya.

Kemudian, saya menyarankan Beno untuk mencari seorang bisnis coach yang dapat membantunya. Kebetulan saya sering membaca dan mempelajari tentang coaching maka saya memberikan Beno rekomendasi beberapa bisnis coach handal di Indonesia yang bisa membantunya. Setidaknya, bisnis coach bisa menggali potensi dirinya yang ia tidak bisa dapatkan dari peran atasan barunya dan bisnis coach akan membuat Beno bersemangat lagi untuk pekerjaannya.

Lalu, ketika Beno mulai berkonsultasi dengan bisnis coach, ia disarankan untuk mengikuti training leadership untuk mengasah kemampuan leadershipnya. Hal yang membuatnya gagal dalam tes promosi jabatan. Beno pun kembali bersemangat dan mengikuti training leadership serta mendapatkan pengalaman luar biasa dari training tersebut yang ia aplikasikan dalam pekerjaannya memimpin tim projectnya.

Melalui training leadership juga diajarkan tentang coaching terhadap tim, hal ini yang ia aplikasikan dalam anggota timnya. Setiap anggota yang datang berkonsultasi padanya ia akan memberikan coaching agar anggota mampu mencari solusi dari masalah dan bertanggung jawab mengeksekusi solusi tersebut. Namun, tidak semua pengambilan keputusan harus melalui teknik coaching karena kadang kala ada beberapa masalah krusial yang membutuhkan keputusan segera, kadang hanya membutuhkan arahan dan kepemimpinan juga untuk mengarahkan tim.

Beno menjadi sosok pemimpin yang diidolakan oleh anggota tim bahkan oleh klien yang bekerjasama dengannya karena Beno mampu menerapkan sistem coaching dalam kepemimpinannya dan juga mampu memimpin dengan baik.

Dari cerita Beno di atas, Anda dapat melihat bahwa peran bisnis coach bisa mengubah potensi dari seorang individu dan membuatnya menjadi termotivasi kembali. Coaching adalah suatu metodologi efektif dan teknik yang diperlukan sebagai alat kepemimpinan. Masalah biasanya muncul ketika Anda hanya mengandalkan teknik coaching saja maka Anda sebagai pemimpin tetap perlu mengikuti pelatihan kepemimpinan untuk melatih karakter pemimpin Anda serta perlu melakukan kombinasi dan lebih fleksibel dalam hal mengambil keputusan dan mengarahkan anggota tim Anda.

Apabila Anda hanya menggunakan teknik coaching dalam kepemimpinan Anda maka hal yang timbul adalah kemalasan dalam kepemimpinan yang membuat pengambilan keputusan menjadi berkurang, pengarahan yang tidak baik, kurangnya tanggungjawab dan akuntabilitas dan meningkatkan kesalahpahaman.

Sebagai kesimpulan, training leadership membantu pemimpin untuk mengupdate diri dan kemampuan namun dengan adanya bantuan bisnis coach dapat lebih memaksimalkan potensi Anda sebagai pemimpin dan membantu Anda mengarahkan karyawan dengan teknik coaching yang Anda pelajari juga dari bisnis coach. Coaching bukan satu-satunya cara dalam memimpin, perlu kombinasi dan fleksibiltas agar pengambilan keputusan dan proses kepemimpinan berjalan dengan baik.

Demikianlah artikel ini, semoga dari artikel ini Anda sebagai pemilik bisnis mendapatkan inovasi dan motivasi untuk mengembangkan diri dan usaha Anda menjadi lebih baik lagi. Apabila artikel ini bermanfaat untuk Anda silakan bagikan di social media dan ke rekan bisnis Anda agar mereka mendapat manfaat yang sama dengan Anda.